Selasa, 31 Mei 2011

Tip Menghemat Listrik di Rumah

Surge Protector outlet Master-Control
TEMPO Interaktif, Jakarta - Hari Bumi sudah berlalu. Tapi, tak ada salahnya Anda terus berusaha menghemat penggunaan listrik. Bila tak menyelamatkan bumi, paling tidak menyelamatkan pengeluaran bulanan.
APC dari Schneider Electric, yang populer dengan perangkat penghemat listrik itu, berbagi tips menghemat listrik di rumah. Menurut APC, perangkat elektronik di rumah tak serta-merta berhenti menyedot listrik atau hanya sedikit menarik listrik saat dimatikan.

Faktanya, kebanyakan perangkat elektronik justru banyak mengonsumsi listrik pada modus standby atau mati. Khususnya adalah perangkat komputer, seperti monitor, printer, USB hub, pemindai, modem, dan sebagainya.

Fakta lainnya, semua perangkat elektronik yang memakai kontrol jarak jauh akan terus menyedot listrik saat dimatikan. Contohnya adalah televisi. Saat televisi dalam keadaan off sebetulnya ia sebagian masih dalam keadaan on agar bisa segera menampilkan gambar saat dinyalakan kembali.

Fakta ini dikenal dengan istilah ”vampire energy” atau ”phantom load.” Perangkat lain yang sama kelakuannya seperti itu adalah perangkat dengan suplai listrik eksternal atau adaptor, perangkat-perangkat dengan monitor digital atau LCD/LED, dan kebanyakan perangkat-perangkat besar seperti AC dan kulkas.

Bagaimana mengatasi vampir penyedot listrik ini? Sederhana. Cabutlah kabel listrik saat perangkat tidak dinyalakan. Memang, mencabut dan mencolokkan kembali kabel itu terasa merepotkan. Apalagi bila Anda memiliki cukup banyak perangkat. Tapi, mana yang lebih repot ketimbang menguras dompet lebih dalam saban bulan?

Bila tak mau terlalu repot, ada alat bernama Surge Protector dengan outlet Master-Control. Alat ini mirip seperti kabel sambung, namun mempunyai pengontrol. Colokkan perangkat elektronik yang sering Anda pakai, seperti televisi dan komputer, ke outlet Master. Lalu, perangkat pelengkap, seperti monitor komputer, printer, pemindai, dan sebagainya, ke outlet Control.

Outlet Master dapat mendeteksi apakah perangkat elektronik sedang dimatikan atau dalam kondisi sleep mode. Selanjutnya, secara otomatis outlet Control akan mematikan aliran listrik. Dengan begitu, perangkat elektronik pelengkap tidak akan menyedot tenaga listrik lagi.

DEDDY SINAGA

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Harga BBM


Pemerintah hanya akan menguji konsumsi bahan bakar normal bagi 500 kendaraan.
Hadi Suprapto, Harwanto Bimo Pratomo
Sejumlah kendaraan tengah mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Pemerintah berencana menerapkan uji coba sistem pengaturan jumlah normal konsumsi bahan bakar minyak per hari pada kendaraan bermotor di bulan September mendatang. Pemberlakuan sistim ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan 500 kendaraan sebagai sampel.

Menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, opsi itulah yang akan diterapkan, bukan dengan pembatasan (kendaraan pribadi atau umum) atau menaikkan harga BBM, seperti kabar yang selama ini berkembang luas. "Hal ini akan dibicarakan di internal pemerintah dan DPR. Nanti akan kita lihat bersama-sama, apakah sistim ini akan efektif atau tidak, apakah mengganggu atau tidak karena kita tidak ingin mengganggu," ujarnya seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR-DPR RI, Jakarta, Senin, 30 Mei 2011.

Pembatasan penggunaan per hari ini diharapkan dapat menekan lonjakan penggunaan volume BBM yang kian hari kian meningkat. Menurut data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tahun ini, realisasi terhitung hingga 22 Mei 2011 telah mencapai 15,46 juta Kilo Liter (KL) dari kuota BBM subsidi sebesar 38,59 juta KL.

Dari besaran tersebut, bila dijabarkan terlihat konsumsi premium telah 9,37 juta KL dari kuota 23,19 juta KL, minyak tanah 0,74 juta KL dari kuotanya 2,32 juta KL, solar 5,35 juta KL dari kuota 13,08 juta KL.

Saat ditanya berapakah nominal besaran anggaran subsidi BBM pada tahun ini, Evita menegaskan belum menghitung. "Kalau dari rupiahnya kita belum hitung, kita hanya (menghitung) dari volume untuk sementara ini," jelasnya.

Bila keadaan ini (tanpa adanya pembatasan) dibiarkan terus berlanjut maka pemerintah memperkirakan volume konsumsi BBM subsidi pada tahun 2012 bisa mencapai 45,6 juta KL. Sedangkan jika melakukan pengaturan pemberian BBM bersubsidi maka kuotanya hanya 41,7 juta KL.

Asumsi kuota konsumsi BBM subsidi pada 2012, menurut dia, mengacu pada realisasi konsumsi di tahun ini. Kisaran angka sebesar 41,7 - 45,6 juta KL, dengan rincian, premium 25,2 - 27,8 juta KL, kerosene 2,1 juta KL, solar 14,4 - 15,7 juta KL.
• VIVAnews